Neymar Pengecut Kalau Pilih Hengkang ke Real Madrid

Neymar Pengecut Kalau Pilih Hengkang Dari Real Madrid

Isu terkait kepindahan Neymar dari PSG ke Real Madrid semakin santer dibicarakan. Apalagi dengan rumor mengenai Cristiano Ronaldo yang hendak pergi dari tim Putih tersebut. Banyak yang menganggap kepergian Ronaldo akan digantikan oleh Neymar. Namun, Gelandang PSG, Thiago Motta, memberikan sarannya saat ditanya perihal itu. Menurut Thiago Motta, sebaiknya Neymar tidak terburu-buru dalam mengambil keputusan untuk hengkang dari PSG. Ini semua demi masa depan karirnya. Memang saat ini Real Madrid adalah klub terbaik yang ada di Eropa, terbukti dari kemenangan mereka mendapatkan trofi juara Liga Champions selama tiga kali berturut-turut.

Tapi Motta secara jujur menilai bahwa jika Neymar bergabung di Madrid maka itu hanyalah langkah untuk cari mudah. Sebab Neymar akan kehilangan tantangan terbesarnya yang jadi tuntutan selama di PSG. Motta menganggap Neymar hanya mencari jalan kabur yang mudah apabila dia memilih untuk pindah ke Real Madrid. Padahal tantangan di PSG jauh lebih sulit sehingga ia meyakini bahwa hal tersebut justru akan semakin memaksimalkan kekuatan pemain berdarah Brasil tersebut.

“Saya rasa dia (Neymar) yang menentukan (masa depannya sendiri). Dia bisa membuat keputusannya sendiri. Saya bisa salah, itu pasti, tapi itulah cara saya memandangnya,” kata Motta seperti yang dilansir dari fourfourtwo.
Motta juga menambahkan kalau dia percaya diri bahwa Neymar akan tetap bertahan di PSG musim mendatang. “Menurut saya, dia akan tetap tinggal musim depan. Kita mendengar tentang Real Madrid, tapi apa yang bisa dia lakukan di sana? Real baru saja memenangkan juara Liga Champions tiga kali berturut-turut,” tambahnya. “Apa yang akan jadi tantangan baginya? Apabila dia minta nasehat ke saya, saya akan berkata kepadanya untuk tak pergi ke sana. Tantangan sebenarnya bagi Neymar adalah menang Liga Champions bersama PSG.”

Bergabung ke Real Madrid memang mungkin bukanlah keputusan yang terbaik untuk diambil oleh Neymar. Sebab saat ini, skuad Madrid sudah dipenuhi oleh banyak pemain yang bagus dan itu artinya Neymar harus berbagi posisi dengan mereka di tim utama. Namun sebaliknya, jika Neymar masih tinggal di PSG, maka dia tidak memerlukan hal tersebut dan tetap dapat bermain selama 90 menit penuh.

Neymar harus belajar untuk bahagia
Motta juga menilai Neymar mempunyai persoalan yang sangat serius terkait perasaannya saat menjalani sesi latihan tiap pagi di PSG. Motta mengungkapkan bahwa Neymar sering terlihat murung ketika berlatih bersama dan hal itu tidaklah baik. “Neymar harus bahagia ketika ingin bermain di lapangan. Saat semua berjalan baik, dia tersenyum, menari, mendengarkan musik dan 3 jam yang kita lalui bersama tidak akan terasa,” kata Motta. “Namun terkadang saya melihatnya datang di pagi hari dan berkata kepada diri sendiri ‘oh, hari ini akan jadi hari yang sulit’.”

“Hal itu mungkin berhubungan dengan kehidupan personalnya, berhubungan dengan apa yang dia makan saat sarapan. Tapi yang tidak disadari oleh orang lain akan terlihat jelas di rumah sebab semua orang memperhatikan dirinya,” ucap Motta menambahkan. Sebagai rekan sesame tim di PSG, Motta menantang Neymar untuk meraih prestasi yang gemilang di Prancis. Neymar juga masih belum menunjukkan performa yang sangat baik di awal musimnya bersama PSG. Selain itu, Motta juga menyarankan bahwa mantan pemain Barcelona nomer 11 itu sebaiknya belajar untuk bisa bahagia. Mungkin agar bisa tampil lebih baik lagi khususnya di lapangan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *